20 Oktober 2008

Sariawan Bisa Mematikan Pula

Sariawan sangat mengganggu. Kalau penyakit bernama latin stomatitis aphtosa ini sudah kambuh, makan jadi ada rasa tambahan. Selain rasa makanan juga rasa sakit yang tak terkira. Maka dari itu saking sakitnya sampai enggan makan. Yah minimal makan bubur saja karena tak perlu dikunyah lagi. Daripada nggak makan? Lemes banget dah.

Dan gue alami sariawan kerap muncul di tempat yang sama. Yah meski bergantian tapi tempatnya disitu-situ juga. Di lidah bagian bawah paling sering. Baik sebelah kiri atau kanan. Setelah membaca di Harian Sinar Harapan, serem juga dan jangan sampe deh terjadi.

Ada beberapa faktor penyebab yang diduga menjadi penyebab munculnya sariawan. Di antaranya luka tergigit, mengkonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi. Diduga pula kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit.

Begini media itu menulis. Menurut Dr drg Tri Erri Astoeti, MKes, sariawan bisa jadi merupakan penanda awal dari suatu keganasan, seperti kanker di rongga mulut (oral cancer). “Sariawan di tempat yang sama selama dua minggu hingga satu bulan harus dicurigai. Segera diperiksakan ke dokter, karena bisa jadi itu kanker,” kata dia.

Tri Erri menambahkan berdasarkan data patologi anatomi terkini, kanker rongga mulut (squamosa carsinoma) merupakan jenis kanker kesembilan yang paling sering diderita penduduk Indonesia. Menurut drg.Rahmi Amta, MDS, jenis kanker itu menyebar cepat ke organ dan jaringan tubuh lain. Antara lain kelenjar getah bening, paru-paru, rongga dada, dan otak.

Kalau sudah begitu, hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pembedahan dan memberikan terapi. Baik berupa kemoterapi maupun radioterapi. Pembedahan dan terapi itu pun, tambah dia, tak menjamin sembuh bagi penderita kanker di rongga mulut. “Hampir 90 persen penderita oral cancer meninggal dunia setelah satu tahun,” ujar Rahmi.

Cara pencegahannya ya rajin-rajin menggosok gigi. Menurut Tri Erri, lebih bagus lagi jika memakai pasta gigi yang ber-fluoride. Gigi, lidah, dan rongga mulut, harus selalu dibersihkan. Ini agar sisa-sisa makanan tidak menjadi asam dan merusak gigi serta gusi. Termasuk rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi. Minimal, enam bulan sekali.

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0704/27/ipt03.html

Tidak ada komentar: