
Buah kurma banyak terdapat di Timur Tengah dan Afrika Utara. Buah bernama latin phoenix dactylifera inidigemari karena buahnya dapat dimakan. Banyak aneka kurma yang terdapat di sana. Namun di sini penulis ingin mengkhususkan diri pada kurma yang bermanfaat buat ibu hamil.
Kurma Tamr (kurma kering) misalnya. Buah ini berfungsi menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing. Buah bernama latin phoenix dactylifera itu mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim, terutama ketika melahirkan. Penelitian terbaru menyebutkan buah ruthab (kurma basah) mampu mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systole-nya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi).
Allah Subhanahu wa Ta’ala pernah memerintahkan Maryam binti Imran memakan buah kurma ketika akan melahirkan. Sebab kurma mengenyangkan dan membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur. Karena itu Maryam mudah melahirkan anaknya. "Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini. [Maryam : 25-26]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : "Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah".
Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) disebutkan, hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah: perempuan hamil yang akan melahirkan sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula. Ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih bila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistole-nya. Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah dicerna dengan cepat oleh tubuh. a*
a* [Dinukil oleh Syaikh Salim bin Id Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, 1424 H]
Kurma juga mengandung kadar besi dan kalsium. Kandungan ini sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Selain itu dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Manfaat lainnya sangat efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Sebab dua unsur ini paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.
sumber: http://www.cahayasunnah.wordpress.com
Kandungan gula kurma yang tinggi membuat kurma menjadi buah yang menghasilkan energi tinggi. Konon Nabi Muhammad SAW pernah berbuka puasa dengan tiga butir kurma. Kandungan gula juga sangat membantu menyembuhkan luka. Tapi jangan terlalu banyak dikonsumsi bagi yang menderita penyakit diabetes.
Agar buah kurma dapat dikonsumsi setiap saat, H Mulyadi M.Ag, ulama sekaligus pengusaha di Bogor, memproduksi sari kurma pada Januari 2007. Dari uji coba produksi dan kemasan, Mulyadi akhirnya memproduksi sari kurma dalam dua jenis kemasan, 330 gram dan kemasan 240 gram. Mulyadi menguji kandungan gizi, kehalalan, dan kebersihan produknya ke Lembaga Penelitian Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Hasilnya Mulyadi dapat sertifikat No 01121028600108.
Ia juga mengujikan produksi ke laboratorium Balai Besar Industri Agro (BBIA) Departemen Pertanian serta mendaftarkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Bogor, yakni PIRT: No. 213320102242, serta mendaftarkan merek Sari Kurma Al Jazira, pada Ditjen Hak Cipta dan Paten Departemen Kehakiman, No D002007020439, dengan kode produk 8997006480092.
sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/9/19/sari-kurma-antara-syiar-islam-dan-peluang-bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar